Aku harus menulis, tapi aku tidak tahu akan menulis apa. Pengalaman? Mungkin terlalu banyak hal mengejutkan dan hal-hal baru yang mesti aku tulis. Tapi terlalu banyak barangkali. Atau, aku harus menulis tentang isi hatiku? Sepertinya terlalu biasa isi hati seorang anak yang sedang sok-sokan menjadi ibu rumah tangga ini. Lalu apa? Cerpen, puisi, atau apalah? Yah, terlalu sempit waktu untuk perenungan hingga tak ada inspirasi yang mencuat. Terus gimana?
Hapus semua alibi-alibi di atas dan mulailah goyangkan tangan di atas tuts berwarna-warni ini. Apapun jadinya tulisan itu.
Tampilkan postingan dengan label Belajar Nulis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Nulis. Tampilkan semua postingan
Rabu, 17 Juli 2013
Kamis, 06 Juni 2013
Sesuai Atau Mati
Masuk ke dalam suatu lingkungan berarti harus siap mengikuti komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Ada peribahasa yang bilang "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Sebuah peribahasa yang sudah melekat dalam budaya kita, tentu bukanlah sembarang kata tanpa makna. Peribahasa tersebut bisa diartikan bahwa dimana kita berada, kita harus selalu menjunjung tinggi peraturan yang ada di tempat itu atau bisa dibilang "menyesuaikan diri". Hukum seleksi alam tentu masih berlaku sampai saat ini, mungkin malah hingga berakhir dunia ini. Siapa yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkunganya akan tereksekusi dengan sendirinya dan itu berarti ia tidak lolos oleh seleksi alam.Binatang saja memiliki fisik yang selalu menyesuaikan dengan kondisi
lingkunganya. Beruang kutub memiliki bulu yang tebal untuk melindungi
tubuhnya dari dinginya udara di sana, onta di padang pasir memiliki punuk untuk menyimpan cadangan
air.
Menyesuaikan diri di sini mungkin juga sejalan dengan makna berubah. Berubah mengikuti perubahan yang ada. Dan bagaimanapun, kita harus siap dengan perubahan itu, Dinosaurus punah karena tak siap menghadapi perubahan alam. Jerapah berleher panjang karena diduga efek perubahan lingkungan dimana saat itu pohon-pohon sangat tinggi hingga jerapah meninggikan lehernya untuk mencapai makananya.
Kembali lagi kepada konteks kita. Kita juga selaku manusia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Menjadi berbeda sama saja menjadi beruang kutub yang pergi ke padang pasir dan tetap berbulu tebal. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri jika ingin diterima oleh masyarakat itu. Sesuai atau mati?
Mungkin, kalian melihat adanya pernyataan yang kontradiktif pada tulisan ini dan tulisan sebelumnya ya? Ya, ini hanya bentuk experimen saya dalam belajar menulis. Mungkin kalau kalian mampu menangkap maksud saya, kalian akan menarik kesimpulan yang tidak kontradiktif dengan tulisan sebelumnya.
Menyesuaikan diri di sini mungkin juga sejalan dengan makna berubah. Berubah mengikuti perubahan yang ada. Dan bagaimanapun, kita harus siap dengan perubahan itu, Dinosaurus punah karena tak siap menghadapi perubahan alam. Jerapah berleher panjang karena diduga efek perubahan lingkungan dimana saat itu pohon-pohon sangat tinggi hingga jerapah meninggikan lehernya untuk mencapai makananya.
Kembali lagi kepada konteks kita. Kita juga selaku manusia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Menjadi berbeda sama saja menjadi beruang kutub yang pergi ke padang pasir dan tetap berbulu tebal. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri jika ingin diterima oleh masyarakat itu. Sesuai atau mati?
Mungkin, kalian melihat adanya pernyataan yang kontradiktif pada tulisan ini dan tulisan sebelumnya ya? Ya, ini hanya bentuk experimen saya dalam belajar menulis. Mungkin kalau kalian mampu menangkap maksud saya, kalian akan menarik kesimpulan yang tidak kontradiktif dengan tulisan sebelumnya.
Rabu, 05 Juni 2013
Berani Berbeda?
Sebagai
makhluk sosial, kita – manusia – tentu merasa ingin adanya kita dianggap oleh
orang lain. Ini menimbulkan seseorang berpikir tentang bagaimana ia memosisikan
diri di antara panggung masyarakat itu. Seseorang kebanyakan akan mengikuti
pandangan-pandangan masyarakat yang selama ini dianggap benar. Padahal, kata
Alain de Botton, orang lain bisa saja keliru dalam kebenaran yang mereka
rumuskan. Mereka kebanyakan membenarkan apa yang menjadi common sense, dan pada
akhirnya mereka tidak mempercayai kebenaran yang sesungguhnya.
Lalu apakah kebenaran yang sesungguhnya? Ada
yang bilang, kebenaran adalah sesuatu yang tidak terdapat pertentangan lagi di
dalamnya, bersifat koheren, dan konsisten dengan pernyataan yang sebelumnya dianggap benar (sudah ada sejak
socrates). Maka bisakah disebut
kebenaran jika sesuatu dibenarkan kebanyakan orang tetapi sesuatu itu
mengandung keraguan yang sebenarnya patut dipertentangkan?
Hal itu yang seharusnya membuat kita
mereflesikan diri. Kebanyakan kita hanya mengikuti pendapat umum demi
keselamatan, supaya kita aman dari kecaman masyarakat yang memberi kritik kasar
ketika kita tidak mengikuti apa yang menjadi common sense tersebut. Beranikah kita
memperjuangkan kebenaran yang sesungguhnya meski harus menjadi berbeda?
Mari kita menilik fakta yang ada.
Jika kita lebih teliti, banyak hal dalam realita yang sebenarnya tidak mutlak
benar. Andai sesuatu itu benar menurut orang-orang, tapi sejujurnya hati itu
menolak (bukankah ini pertentangan : intuisi, wahyu, dan akal adalah sumber
kebenaran, bagaimana bisa dianggap benar jika intuisi saja menolak)Misal dalam
adat, kebiasaan masyarakat, dan lain-lain.
Masih perlukah kita bersikukuh mempertahankan jika hal itu menyimpang
dari kebenaran? Padahal, kebenaran bukanya hal yang perlu diperjuangkan ( sampai
para Nabi rela berjuang mati-matian demi menyampaikan kebenaran, sampai
Socrates memilih meminum racun untuk mempertahankan kebenarnya, sampai-sampai
agama, filsafat, dan ilmu sama-sama mencari kebenaran dalam menjalankan
fungsinya) lalu mengapakah masih harus mengagung-agungkan sesuatu yang
diragukan kebenaranya dan malah merepotkan kita dalam kehidupan ini?
Masih haruskah kita menjadi sama? Perbendaan adalah rahmat bagi alam, perbedaan adalah kenyataan yang tak bisa kita ingkari.
Mari cari tau kehidupan dari jutaan bintang-bintang, dari berjibun makhluk penghuni bumi, dari berserakanya syaraf-syaraf pembentuk diri.
Rabu, 22 Mei 2013
Postingan Terpaksa
Gara-gara Nurul yang ngefans banget banget sama tulisanku....sampe2 dia maksa2 aku buat nulis ini.
Hooh,,,memang udah lama juga ya ga nulis yg geje2....humh...memang susah belajar untuk konsisten....
Okelah, setidaknya ada kawan yang mengingatkanku untuk menulis lagi.......Makasih makasih
Tapi, bingung juga yah mau nulis apa. Masa kata Nurul aku disuruh nulisin tentang dia yang jelek2 semua....bhwa dia org plg aneh, plg geje, plg gila, plg pembosan, plg plg plg apalah....haha.
Itu kamu loh yang nyuruh,,,maksa lagi :D piis
Hooh,,,memang udah lama juga ya ga nulis yg geje2....humh...memang susah belajar untuk konsisten....
Okelah, setidaknya ada kawan yang mengingatkanku untuk menulis lagi.......Makasih makasih
Tapi, bingung juga yah mau nulis apa. Masa kata Nurul aku disuruh nulisin tentang dia yang jelek2 semua....bhwa dia org plg aneh, plg geje, plg gila, plg pembosan, plg plg plg apalah....haha.
Itu kamu loh yang nyuruh,,,maksa lagi :D piis
Kamis, 18 April 2013
Maaf Lagi
Maaf dan sangat maaf kalau dalam blog ini seolah-olah aku memunculkan kesan tertentu. Aku hanya mencoba memulai semangat dari blog ini. Blog ini adalah titik tolak yang mendorongku. Blog ini juga berisi tentang secercah kisah hidup yang mungkin tak berarti dan tak penting jika dibaca orang. Sangat berbeda dengan blog-blog keren lainya yang memberi banyak manfaat. Di sini, hanya kisah sederhana yang kucoba tuliskan dengan kata yang sederhana pula. Jika benar kata-kata itu memberikan pengaruh negatif yang membuat kesal, aku mohon maaf. Aku tak peduli siapa yang membaca blog ini : ada ataupun tidak, aku minta maaf.
Seandainya ada ganjalan, kalian boleh mengkritik dan meletakanya di link Comment, sebaiknya tidak diungkapkan di tempat lain.
Rabu, 17 April 2013
Berfilsafat = Belajar Bijaksana
Pernahkah kalian melihat jutaan bintang yang bertebaran di langit malam sana? Apakah yang kalian fikirkan saat itu?
Apakah kalian sedang mencari-cari sesuatu di sana? Ataukah mencari diri kalian sendiri di antara jutaan bintang tersebut. Kalau iya, itu tandanya kalian sedang berfilsafat. Begitulah berfilsafat menurut Jujun S. Suria Sumantri. Setelah melihat bintang-bintang itu, ternyata tidak ada diri kita di sana. Saat itu pula kita menyadari, sebagaimana Sokrates sadar bahwa ia tidak tahu apa-apa,- masih mengutip sebagian isi buku Jujun S. Suria Sumantri - .
Refleksi
Beberapa hari kemarin, aku memposting tulisan yang berjudul : Because I'm Free. Pada tulisan tersebut aku menuliskan tentang kelebihan-kelebihan fakultas sastra. Mungkin bisa jadi tulisanku itu atau tulisan lainya agak fanatik. Dan di sinilah kesalahanku. Seharusnya aku menyadari bahwa fakultas sastra hanya salah satu fakultas dari fakultas lain yang ada di seluruh penjuru negeri ini. Ilmu sastra juga hanya salah satu ilmu pendukung dari sekian banyak ilmu-ilmu lainya.
Seharusnyalah aku menyadari dimana letak diriku dalam ilmu sastra, dan dimana pula letak ilmu sastra di jagad raya ini. Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika aku memohon maaf karena kepicikanku.
Pesan para filsuf :
"Ketahuilah apa yang kau ketahui dan ketahuilah apa yang tidak kau ketahui".
Apakah kalian sedang mencari-cari sesuatu di sana? Ataukah mencari diri kalian sendiri di antara jutaan bintang tersebut. Kalau iya, itu tandanya kalian sedang berfilsafat. Begitulah berfilsafat menurut Jujun S. Suria Sumantri. Setelah melihat bintang-bintang itu, ternyata tidak ada diri kita di sana. Saat itu pula kita menyadari, sebagaimana Sokrates sadar bahwa ia tidak tahu apa-apa,- masih mengutip sebagian isi buku Jujun S. Suria Sumantri - .
Refleksi
Beberapa hari kemarin, aku memposting tulisan yang berjudul : Because I'm Free. Pada tulisan tersebut aku menuliskan tentang kelebihan-kelebihan fakultas sastra. Mungkin bisa jadi tulisanku itu atau tulisan lainya agak fanatik. Dan di sinilah kesalahanku. Seharusnya aku menyadari bahwa fakultas sastra hanya salah satu fakultas dari fakultas lain yang ada di seluruh penjuru negeri ini. Ilmu sastra juga hanya salah satu ilmu pendukung dari sekian banyak ilmu-ilmu lainya.
Seharusnyalah aku menyadari dimana letak diriku dalam ilmu sastra, dan dimana pula letak ilmu sastra di jagad raya ini. Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika aku memohon maaf karena kepicikanku.
Pesan para filsuf :
"Ketahuilah apa yang kau ketahui dan ketahuilah apa yang tidak kau ketahui".
Rabu, 10 April 2013
Ketika aku sendiri, aku berani
Aku tau, aku tidak pernah sendiri. Yang kumaksud adalah, ketika ragaku sendiri. Kepercayaan diri dan keberanian itu malah tumbuh.
Aku berani pergi kemana-mana ketika sendiri, aku berani tanya sama orang yang ga dikenal ketika aku sendiri. Aku merasa nyaman melakukan apa saja ketika sendiri. Tapi, aku bukanlah makhluk yang soliter dan suka menyendiri tanpa butuh orang lain. Seperti kata Bapak August Comte (Bapak Sosiologi), aku juga seperti lainya, makhluk sosial yang sangat butuh orang lain.
Termasuk melakukan ini :
Ke UKDW
Aku dapat tugas wawancara orang non muslim untuk tugas sejarah agama-agama. Aku beranikan pergi ke tempat-tempat yang memungkinkan terdapat penganut agama kristen. Setelah mencari-cari bersama sepedaku yang paling setia kuajak kemana-mana, aku menemukan daerah yang sepertinya terdapat suasana-suasana kristen. Awalnya ragu-ragu, lalu langkahku tiba-tiba mantap ketika aku mengingat orang-orang yang dibelakangku tengah mengerahkan segenap jiwanya untuk selalu mendukungku (Thank You dear, family, friends, lecturer), dan tentu spesial terimakasih terbesarku untukMu yang senantiasa mengarahkan langkahku.
Tempat yang kutuju adalah UKDW= Universitas Kristen Duta Wacana. Sebelumnya, tempat yang menjadi sasaranku adalah kesusteran di belakang UIN, dan Gereja depan UKDW, tapi sepertinya agak susah karena takutnya nanti dikira teroris,,hehe.
Aku masuk gerbang, tapi hanya di halaman depan. Pertama, aku salah sasaran karena ibu-ibu yang menjadi objekku ternyata islam. Lalu, aku menemukan bapak satpam yang baik hati.
Dimulai dengan memperkenalkan diri, aku lalu meminta waktu bapak satpam tersebut. Bapak satpamnya ada dua, yang satu islam, yang satu kristen. Kemudian, aku meluncurkan pertanyaan-pertanyaan seputar agama kristen.
Namanya bapak Rohmat, beliau sangat ramah dan baik hati.
Informasi yang aku dapat tentang agama kristen dari internet, dosen, dan bapak Rohmat :
Agama kristen awalnya merupakan salah satu sekte yahudi. Ketika bangsa yahudi mendapat tekanan, dan kekerasan dari penguasa romawi, mereka sangat menderita. Dalam keadaan tersebut, mulai muncul kepercayaan2 bahwa akan datang juru selamat yang akan menolong mereka.
Nabi Isa (Yesus) datang, menyebarkan firman Tuhan kepada rasul-rasulnya yang berjumlah 12. Seorang rasul (pengikutnya) menganggap bahwa ialah juru selamat. Kemudian, dibaptis oleh Yohanes(Yahya) dengan diceburkan di sungai (cara membabtisnya).
Yesus ditangkap Yodas Iskariot,Yesus kemudian dianggap melanggar aturan-aturan agama yahudi, karena dianggap menghujat Allah oleh para imam (Yesus adalah penganut yahudi yang taat),ia dihukum oleh penguasa romawi lalu disalib. Setelah disalib, Yesus bangkit lagi 3 hari kemudian. Lalu diangkat ke langit.
Oiya, dalam kristen menganut kepercayaan trinitas yaitu 1 Tuhan dalam 3 wujud : Allah, Yesus, dan Roh kudus. Yesus merupakan upaya Tuhan dalam memberikan firmanya dengan cara menjelma menjadi manusia agar dapat dipahami umatnya. Jadi, Yesus itu juga Tuhan. Roh kudus juga bentuk Tuhan, memiliki sifat ilahiyah seperti Allah dan Yesus.
Di gereja, ada kegiatan kebaktian setiap hari minggu. Mereka diinformasikan/ disampaikan firman Tuhan. Di gereja juga ada pengurus yang disebut diaken, tugasnya membantu umat yang kesulitan. Misalnya membantu dana, dan lain-lain. Ada juga pengurus gereja yang namanya penatua, tugasnya menyampaikan firman Tuhan.
Ada juga kegiatan setiap 3 bulan sekali di gereja, yaitu penjamuan kudus. Fungsinya, untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa dan pengorbanan Yesus. Disitu, mereka makan-makan roti yaitu sebagai lambang daging Yesus yang telah dikorbankan (hingga mau dilukai, disalib), juga minum anggur sebagai lambang darah Yesus yang telah ditumpahkan.
Kitab suci mereka adalah injil. Dalam injil, ada Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Perjanjian Baru itu isinya tentang sejarah/gambaran setelah Yesus datang, Perjanjian Lama isinya tentang gambaran sebelum Yesus datang(di dalamnya ada kitab kejadian,mazmur, dan khutbah2).
Oiya, aku penasaran dengan pembaptisan, dan penghapusan dosa, lalu aku tanyakan ke bapak Rohmat. Katanya, pembaptisan itu tanda keselamatan. Dengan dipercikki air(setelah Yesus ada, sebelumnya yang dimasukkan ke sungai) oleh pendeta. Penghapusan dosa itu ketika seseorang melanggar aturan yang ada di kitab mereka, misalnya suami yang selingkuh, mereka tidak boleh ikut kegiatan gereja kecuali setelah penghapusan dosa.
Setelah selesai, aku berpamitan lalu iseng-iseng masuk toko buku kristen di dekat situ. Sepi sekali, di dalamnya banyak sekali aksesoris-aksesoris tentang kristen. Aku baca-baca hiasan dinding yang ada tulisan2nya. Tulisanya tentang isi ayat dari kitab suci mereka. Isinya tentang perintah-perintah melakukan kebaikan, seperti beramal/sedekah, saling tolong menolong, dan sebagainya. Penjaga tokonya juga ramah sekali.
Sudah yah, itu aja. Kalau ada kesalahan mohon maaf, ini sekedar pengetahuan aja. Kita juga kan harus saling toleransi antar agama, seperti yang Tuhan kita( Allah )perintahkan dalam surat Al Kaafiirun.
Semoga bermanfaat, terimakasih sudah baca :)
Aku berani pergi kemana-mana ketika sendiri, aku berani tanya sama orang yang ga dikenal ketika aku sendiri. Aku merasa nyaman melakukan apa saja ketika sendiri. Tapi, aku bukanlah makhluk yang soliter dan suka menyendiri tanpa butuh orang lain. Seperti kata Bapak August Comte (Bapak Sosiologi), aku juga seperti lainya, makhluk sosial yang sangat butuh orang lain.
Termasuk melakukan ini :
Ke UKDW
Aku dapat tugas wawancara orang non muslim untuk tugas sejarah agama-agama. Aku beranikan pergi ke tempat-tempat yang memungkinkan terdapat penganut agama kristen. Setelah mencari-cari bersama sepedaku yang paling setia kuajak kemana-mana, aku menemukan daerah yang sepertinya terdapat suasana-suasana kristen. Awalnya ragu-ragu, lalu langkahku tiba-tiba mantap ketika aku mengingat orang-orang yang dibelakangku tengah mengerahkan segenap jiwanya untuk selalu mendukungku (Thank You dear, family, friends, lecturer), dan tentu spesial terimakasih terbesarku untukMu yang senantiasa mengarahkan langkahku.
Tempat yang kutuju adalah UKDW= Universitas Kristen Duta Wacana. Sebelumnya, tempat yang menjadi sasaranku adalah kesusteran di belakang UIN, dan Gereja depan UKDW, tapi sepertinya agak susah karena takutnya nanti dikira teroris,,hehe.
Aku masuk gerbang, tapi hanya di halaman depan. Pertama, aku salah sasaran karena ibu-ibu yang menjadi objekku ternyata islam. Lalu, aku menemukan bapak satpam yang baik hati.
Dimulai dengan memperkenalkan diri, aku lalu meminta waktu bapak satpam tersebut. Bapak satpamnya ada dua, yang satu islam, yang satu kristen. Kemudian, aku meluncurkan pertanyaan-pertanyaan seputar agama kristen.
Namanya bapak Rohmat, beliau sangat ramah dan baik hati.
Informasi yang aku dapat tentang agama kristen dari internet, dosen, dan bapak Rohmat :
Agama kristen awalnya merupakan salah satu sekte yahudi. Ketika bangsa yahudi mendapat tekanan, dan kekerasan dari penguasa romawi, mereka sangat menderita. Dalam keadaan tersebut, mulai muncul kepercayaan2 bahwa akan datang juru selamat yang akan menolong mereka.
Nabi Isa (Yesus) datang, menyebarkan firman Tuhan kepada rasul-rasulnya yang berjumlah 12. Seorang rasul (pengikutnya) menganggap bahwa ialah juru selamat. Kemudian, dibaptis oleh Yohanes(Yahya) dengan diceburkan di sungai (cara membabtisnya).
Yesus ditangkap Yodas Iskariot,Yesus kemudian dianggap melanggar aturan-aturan agama yahudi, karena dianggap menghujat Allah oleh para imam (Yesus adalah penganut yahudi yang taat),ia dihukum oleh penguasa romawi lalu disalib. Setelah disalib, Yesus bangkit lagi 3 hari kemudian. Lalu diangkat ke langit.
Oiya, dalam kristen menganut kepercayaan trinitas yaitu 1 Tuhan dalam 3 wujud : Allah, Yesus, dan Roh kudus. Yesus merupakan upaya Tuhan dalam memberikan firmanya dengan cara menjelma menjadi manusia agar dapat dipahami umatnya. Jadi, Yesus itu juga Tuhan. Roh kudus juga bentuk Tuhan, memiliki sifat ilahiyah seperti Allah dan Yesus.
Di gereja, ada kegiatan kebaktian setiap hari minggu. Mereka diinformasikan/ disampaikan firman Tuhan. Di gereja juga ada pengurus yang disebut diaken, tugasnya membantu umat yang kesulitan. Misalnya membantu dana, dan lain-lain. Ada juga pengurus gereja yang namanya penatua, tugasnya menyampaikan firman Tuhan.
Ada juga kegiatan setiap 3 bulan sekali di gereja, yaitu penjamuan kudus. Fungsinya, untuk menghormati dan mengenang jasa-jasa dan pengorbanan Yesus. Disitu, mereka makan-makan roti yaitu sebagai lambang daging Yesus yang telah dikorbankan (hingga mau dilukai, disalib), juga minum anggur sebagai lambang darah Yesus yang telah ditumpahkan.
Kitab suci mereka adalah injil. Dalam injil, ada Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Perjanjian Baru itu isinya tentang sejarah/gambaran setelah Yesus datang, Perjanjian Lama isinya tentang gambaran sebelum Yesus datang(di dalamnya ada kitab kejadian,mazmur, dan khutbah2).
Oiya, aku penasaran dengan pembaptisan, dan penghapusan dosa, lalu aku tanyakan ke bapak Rohmat. Katanya, pembaptisan itu tanda keselamatan. Dengan dipercikki air(setelah Yesus ada, sebelumnya yang dimasukkan ke sungai) oleh pendeta. Penghapusan dosa itu ketika seseorang melanggar aturan yang ada di kitab mereka, misalnya suami yang selingkuh, mereka tidak boleh ikut kegiatan gereja kecuali setelah penghapusan dosa.
Setelah selesai, aku berpamitan lalu iseng-iseng masuk toko buku kristen di dekat situ. Sepi sekali, di dalamnya banyak sekali aksesoris-aksesoris tentang kristen. Aku baca-baca hiasan dinding yang ada tulisan2nya. Tulisanya tentang isi ayat dari kitab suci mereka. Isinya tentang perintah-perintah melakukan kebaikan, seperti beramal/sedekah, saling tolong menolong, dan sebagainya. Penjaga tokonya juga ramah sekali.
Sudah yah, itu aja. Kalau ada kesalahan mohon maaf, ini sekedar pengetahuan aja. Kita juga kan harus saling toleransi antar agama, seperti yang Tuhan kita( Allah )perintahkan dalam surat Al Kaafiirun.
Semoga bermanfaat, terimakasih sudah baca :)
Selasa, 02 April 2013
Pusing?
Tarjamah itu.....
Mengedit tarjamah harfiah ( masih asli )menjadi tarjamah editan, rupanya tidak semudah yang dilihat. Contoh tarjamah harfiah :
"Tentu saja kamu tahu bagi setiap pemilik pekerjaan ambisinya untuk menambah modal serikat dan untuk beruntung dalam perencanaan yang setuju bersama orang lain....dst...dst....
Maksudnya apa coba???
Kemudian aku edit menjadi seperti ini :
Tentu saja kamu tahu apa
yang menjadi ambisi bagi setiap pekerja, yaitu menambah modal serikat dan
mendapatkan untung dalam kerjasama dengan klien......dst.....dst...
entahlah itu lebih merupakan hasil mengarang-ngarang saja kayaknya.....
Intinya, jadi editor itu tidak mudah yah...hasil edit juga merupakan karya, tapi kebanyakan kita selalu meremehkan editor. Jangan lagi ya? editor itu ternyata juga berjasa.
Seperti penerjemah2, mereka bukan sebatas mengalih bahasakan karya orang lain tanpa punya ide cemerlang seperti pengarang, tapi mereka justru lebih berfikir keras untuk ikut memahamkan orang lain dengan bahasa lain.
Kamis, 28 Maret 2013
Melukis Sejarah
Pernah dengar ungkapan : "Tetap hidup walau sudah mati"? Itu adalah ungkapan yang ditujukan kepada orang yang berpengaruh terhadap dunia, atau setidaknya berpengaruh terhadap lingkungannya, atau bagi mereka yang punya karya, atau ditujukan kepada para penulis. Kenapa penulis? Karena penulis melukiskan sejarah lewat kata-kata. Penulis sangat berjasa di masa depan untuk mengetahui informasi yang ada di masa lalu. Salah satu ilmu yang mempelajaritentang sejarah berkaitan dengan tulisan dinamakan "Filologi", yaitu suatu ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno. Dari belajar itu, kita juga mendapatkan banyak hal berkaitan dengan sejarah, bahasa, atau pengetahuan yang ada di masa lampau. Naskah-naskah dalam bentuk tulisan tersebut sangat bermanfaat terutama dalam hal sejarah, bahkan saat ini naskah tersebut sangat dirawat dan dijaga keberadaanya. Setelah sedikit belajar filologi, kita akan menyadari betapa pentingnya menulis. Salah satu penulis yang " Tetap hidup, walau sudah mati yaitu Pramoedya Ananta Toer. Buku-bukunya banyak, sebagian besar menggambarkan tentang keadaan pada masanya. Untuk melihat biografinya lebih lanjut silahkan buka :
http://profil.merdeka.com/indonesia/p/pramoedya-ananta-toer/, atau tentang karya-karyanya : http://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer#Buku_tentang_Pramoedya_dan_karyanya
Kata Pramoedya Ananta Toer :
“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer
“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.” ― Pramoedya Ananta Toer
“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)” ― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations
“Menulis adalah sebuah keberanian...” ― Pramoedya Ananta Toer
“Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.” ― Pramoedya Ananta Toer
“Menulislah, apa pun, jangan pernah takut tulisanmu tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis, dan tulis, suatu saat pasti berguna.” (Rumah Kaca)― Pramoedya Ananta Toer
“Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian” (Rumah Kaca)― Pramoedya Ananta Toer
“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya” (Jejak Langkah)― Pramoedya Ananta Toer
atau, kata dosen filologi :" Menulislah, kalau sejarah tidak mau menulis tentang anda, maka tulislah apa yang ada di sekitar anda".
Marilah kita melukis sejarah lewat tulisan, biar hanya sebuah ungkapan perasaan. Jangan ragu untuk menulis kawan, menulis juga bukan bakat, menulis hanya sebuah kebiasaan dan latihan.
Senin, 25 Maret 2013
Ketidakadilan Sosial dan Gender
Ketidakadilan sosial sangat berkaitan erat dengan gender. Gender adalah perbedaan antara laki-laki dan perempuan yang bukan dari segi biologisnya namun dari kontruksi sosial yang berkaitan dengan peran laki-laki dan perempuan dalam masyarakat. Dari sini, kita dapati bahwa keadaan masyarakat membentuk ketidakadilan yang disebabkan oleh gender. Bentuk-bentuk ketidakadilan tersebut antara lain mencakup :
- Stereotip
merupakan pelabelan yang diberikan kepada laki-laki atau perempuan. Misalnya saja masyarakat melabelkan bahwa perempuan itu lemah, perempuan itu harusnya di dapur, permpuan itu tugasnya mengurus rumah tangga atau laki-laki itu tidak boleh menangis, laki-laki itu harus kuat, dsb....rasakan, ini sungguh tidak adil baik bagi laki-laki maupun perempuan. Bagaimana coba, jika laki-laki ingin menangis atau jika perempuan tidak mau di dapur?
- Beban ganda
biasanya ini menimpa kaum perempuan, kebanyakan masyarakat sudah mengecap bahwa pekerjaan perempuan adalah di belakang. Andaipun perempuan mendapat kesempatan bekerja di luar, mereka merasa berat karena mempunyai beban ganda yaitu mengurus rumah tangga dan berada di luar.....adilkah ini?
- Marginalisasi
lagi-lagi ini juga biasanya terjadi pada perempuan. Jika sudah membicarakan suatu hal penting yang melibatkan diskusi orang banyak, di acara kumpulan di desa misalnya, perempuan biasanya akan termarginalkan. Orang-orang akan selalu mementingkan pendapat laki-laki dan mengesampingkan perempuan. Atau menurut sumber lain, marginalisasi berarti pemiskinan perempuan dalam ekonomi dan berkaitan dengan kesempatan berpolitik juga.
- Diskriminasi
masih berkaitan dengan marginalisasi, diskriminasi juga merujuk ketidakadilan yang timbul karena gender. Perempuan sering didiskriminalisasi tentang hak-hak dan kesempatan yang kecil untuk bisa berada di luar.
- Kekerasan
ini bisa menimpa laki-laki maupun perempuan. Kekerasan bisa berupa fisik maupun psikis. Kekerasan fisik bisa terjadi karena misalnya seorang perempuan dipukul karena membantah perkataan suami. Kekerasan psikis misalnya seorang perempuan dimadu oleh suaminya, atau seorang laki-laki dikucilkan masyarakat karena bersikap lemah lembut seperti perempuan.
- Subordinasi
yaitu anggapan bahwa kedudukan perempuan lebih rendah daripada laki-laki. Terang saja, mereka yang setuju dengan hal ini mungkin mendasarkan pada ayat : " Ar rijaalu qowwamuna 'alanisaa" (An Nisa: 34)yang artinya, laki-laki adalah pemimpin bagi wanita, namun apakah mereka tidak memikirkan ulang tentang tafsir ayat ini? lalu bagaimanakah dengan hadis nabi yang menyuruh kita mengutamakan ibu sebanyak 3 kali daripada ayah, bukankah ibu adalah perempuan?
Akhirnya, sedikit paparan di atas semoga dapat membuka mata kita lagi bahwa masyarakat sangat membentuk ketidakadilan sosial berkaitan dengan gender. Quraish Shihab, dalam bukunya yang berjudul 'Perempuan', menjawab permasalahan ini dan saya banyak setuju dengan pendapat beliau yang berdasarkan pendapat orang-orang besar dibelahan bumi lain. Terutama, saya setuju bahwa laki-laki tetaplah menjadi laki-laki, perempuan tetaplah menjadi perempuan namun kesempatan keduanya harusnya sama. Dan, keadilan bukan berarti kita mendapat porsi yang sama antara laki-laki dan perempuan, namun keadilan berarti memberikan porsi sesuai kemampuan masing-masing karena bagaimanapun permpuan dan laki-laki tetaplah berbeda terutama dalam segi biologisnya.
Untuk masalah rumah tangga, saya bukanya fanatik dan bersikeras untuk berniat meninggalkan pekerjaan (yang seperti yang telah kita paparkan di atas) untuk mengurus rumah tangga, tapi mengutip pendapat seorang kawan bahwa dalam rumah tangga itu, kita tidak menjadi 'aku' dan 'kamu' tapi 'kami', jadi apa salahnya saling bekerja sama dan tolong menolong dalam mengerjakan tugas tersebut.
Untuk masalah rumah tangga, saya bukanya fanatik dan bersikeras untuk berniat meninggalkan pekerjaan (yang seperti yang telah kita paparkan di atas) untuk mengurus rumah tangga, tapi mengutip pendapat seorang kawan bahwa dalam rumah tangga itu, kita tidak menjadi 'aku' dan 'kamu' tapi 'kami', jadi apa salahnya saling bekerja sama dan tolong menolong dalam mengerjakan tugas tersebut.
Komunikasi
Menurut Power Point dari Direktorat Pendidikan ITB, untuk mencapai kesuksesan terdapat dua hal yang menentukan yang sangat penting, yaitu izin Tuhan dan Soft Skills. Ngomong-ngomong, soft skills maksudnya bukan 'kemampuan lembut' , akan tetapi kemampuan seseorang untuk berinteraksi sosial dan mengatur dirinya sendiri sehingga mampu menjadikanya berkompeten dalam bekerja. Nah ada 7 area soft skills menurut Patrick O'Brien dalam bukunya "Making College Count" yaitu :
Communication Skills
Organization Skills
Leadership
Logic
Effort
Group Skills
Ethic
Dari itu, kita hanya akan membahas tentang Communication Skills dulu, yang paling penting dan yang menurut saya paling susah. Kenapa komunikasi itu penting? Tentu saja, karena komunikasi dapat mengantarkan kita kepada kesuksesan itu. Jika komunikasi dengan Tuhan baik, komunikasi dengan manusia baik, pintu kesuksesan akan terbuka lebar di depan mata. Lihat saja dalam kenyataan, seorang pengusaha atau pekerjaan apapun akan membutuhkan orang lain dalam menjalankan usahanya. Semakin banyak orang yang kita kenal, semakin mudah kita menjalankan bisnis tersebut. Misalnya saja, kita mengenal si A pandai dalam bidang ini, si B dalam bidang itu, jika suatu saat kita membutuhkanya kita bisa menjadikanya referensi untuk membantu kita, dan jika kita mengenal baik semua orang, tentu semuanya akan lebih mudah karena orang juga akan percaya dengan kita. Komunikasi sendiri terbagi menjadi dua :
- Komunikasi Lisan
- Komunikasi Tulisan
Komunikasi lisan, menyaratkan konsentrasi tinggi dalam menjalankanya. Ketika kita sedang berkomunikasi, hadirkanlah hati kita, usahakan jangan memikirkan hal yang lain, agar tidak terjadi miss komunikasi. Sebaiknya, komunikasi yang baik saling berkonsentrasi dan memandang matanya. Supaya tidak terjadi salah paham, diperlukan komunikasi yang efektif dengan cara mengajukan pertanyaan yang tepat untuk menghasilkan informasi yang berguna. Beberapa tips-tips komunikasi one on one :
gunakan alat bantu,
tidak membuat pertanyaan ambigu,
bertanya untuk memastikan,
catat point2 penting dan sampaikan rangkumanya.
Oiya, hal lain yang penting juga dalam berkomunikasi adalah bahasa. Semakin banyak bahasa yang dikuasai maka, komunikasi semakin lancar dimanapun berada. Namun, jika kita belum banyak menguasai bahasa lain, cukup kita mengetahui bahasa Nasional dan Internasional.
Untuk komunikasi tulisan, tips-tips nya adalah sebagai berikut :
* sampaikan padat dan jelas
* hilangkan ketidaksukaan dalam menulis
* gunakan bentuk poin dan penekanan
* jadilah editor mandiri
* familiar dengan teknologi
Pembahasan di atas termasuk dalam konteks dunia kerja, berdasarkan Power Point yang dibuat oleh Direktorat Pendidikan ITB, semoga yang sedikit ini sedikit membuka mata kita juga agar lebih terbuka memandang masa depan.
- Komunikasi Lisan
- Komunikasi Tulisan
Komunikasi lisan, menyaratkan konsentrasi tinggi dalam menjalankanya. Ketika kita sedang berkomunikasi, hadirkanlah hati kita, usahakan jangan memikirkan hal yang lain, agar tidak terjadi miss komunikasi. Sebaiknya, komunikasi yang baik saling berkonsentrasi dan memandang matanya. Supaya tidak terjadi salah paham, diperlukan komunikasi yang efektif dengan cara mengajukan pertanyaan yang tepat untuk menghasilkan informasi yang berguna. Beberapa tips-tips komunikasi one on one :
gunakan alat bantu,
tidak membuat pertanyaan ambigu,
bertanya untuk memastikan,
catat point2 penting dan sampaikan rangkumanya.
Oiya, hal lain yang penting juga dalam berkomunikasi adalah bahasa. Semakin banyak bahasa yang dikuasai maka, komunikasi semakin lancar dimanapun berada. Namun, jika kita belum banyak menguasai bahasa lain, cukup kita mengetahui bahasa Nasional dan Internasional.
Untuk komunikasi tulisan, tips-tips nya adalah sebagai berikut :
* sampaikan padat dan jelas
* hilangkan ketidaksukaan dalam menulis
* gunakan bentuk poin dan penekanan
* jadilah editor mandiri
* familiar dengan teknologi
Pembahasan di atas termasuk dalam konteks dunia kerja, berdasarkan Power Point yang dibuat oleh Direktorat Pendidikan ITB, semoga yang sedikit ini sedikit membuka mata kita juga agar lebih terbuka memandang masa depan.
Keep Life Being Simple
Hari ini kami diingatkan lagi untuk mencintai tanah air kita yang bernama Indonesia ini lewat mata kuliah Pancasila dan Kewarganegaraan. Satu poin yang penting yang saya angkat disini adalah tentang hidup yang simpel seperti yang diutarakan Bung Karno lewat pidatonya pada tanggal 1 Juni, 1945 tentang konsep kemerdekaan. Bahwa merdeka adalah suatu jembatan emas untuk mencapai hidup yang lebih bahagia sedangkan permasalahanya adalah kita dipusingkan oleh macam-macam tetek bengek persoalan yang njelimet atau ruwet. Kata beliau, kita tidak akan merdeka kalau memikirkan yang njelimet itu dulu. Kita tidak akan merdeka jika menunggu rakyat Indonesia pandai dulu, jika kita menunggu Indonesia kaya dahulu, jika menunggu Indonesia maju dulu. Namun, yang terpenting adalah kita berani merdeka. Masalah untuk memperbaiki Indonesia itu setelah merdeka, karena sekali lagi, merdeka adalah jembatan. Hal ini beliau kaitkan dengan masalah pernikahan. Beliau menganalogikan merdeka = menikah. Apakah kalau ingin menikah harus menunggu punya barang-barang mewah dulu? menunggu punya kasur empuk, istana megah, periuk perak, dan lain-lain? Tentu hal semacam itu yang njelimet tidak menjamin kebahagiaan. Yang paling penting adalah berani, dan yakin. Justru kita harus menjadikan itu (merdeka / menikah) sebagai jembatan. Jadi, tidak usah takut. Tidak perlu menunggu lulus dulu, tidak perlu menunggu mapan dulu, tidak perlu menunggu pandai dulu, tidak perlu menunggu sukses dulu jika ingin menikah, tapi jadikan menikah sebagai jembatan untuk meraih itu. Meraih kelulusan, kesuksesan, kemapanan, dan lain-lain.
Itu baru satu hal yang beliau analogikan. Sebenarnya ada banyak hal lain yang demikian, kita buat simpel saja. Jika kita ingin bahagia, beranilah mengambil keputusan dengan yakin dan tidak perlu memikirkan yang njelimet itu yang kalau kata beliau Zwaarwicghtig (njelimet dalam bahasa Belanda).
Jumat, 15 Maret 2013
Teman
Wanita itu membutuhkan teman untuk mendengarkan isi hatinya. Sebenarnya ketika ia menceritakan suatu hal, ia tidak membutuhkan solusi, atau ia bukan ingin mengeluh, atau juga bukan ingin dipuji. Simpel, ia hanya ingin orang lain mendengarkan ceritanya. Seperti ketika seseorang menceritakan pertandingan bola yang baru ditontonya semalam pada teman yang sama-sama menonton pertandingan yang sama.
Tapi, tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Beberapa orang malah berefek buruk dalam pertemanan karena tidak bisa menjadi pendengar yang baik.
Ada orang yang tidak menyukai apa yang dikerjakan temanya itu, meskipun apa yang dilakukan temanya adalah hal yang baik, hanya karena temanya tidak mengikuti pendapat umum, ia menentang keras apa yang dilakukan temanya. Ia kemudian menjadi boomerang yang siap menghantam temanya dan mengecilkan hati temanya.
Ada yang selalu mendukung apa yang dilakukan oleh temanya, sampai-sampai hal burukpun ia dukung demi membuat temanya merasa nyaman denganya.
Ada juga yang mau mendengarkan cerita bahagia temanya saja dan tidak mau mendengar keluh kesahnya dan menganggap temanya adalah anak yang manja dan suka mengeluh.
Ada juga yang mau mendengarkan semua cerita temanya ketika temanya menjadi pusat perhatian banyak orang, dengan harapan ia menjadi orang nomor satu yang mengetahui hal apa saja yang terjadi pada temanya dan kemudian menceritakanya kepada semua orang dengan bangga.
Dan teman yang paling baik, dan sehat itu adalah teman yang mau mendengarkan cerita temanya baik dalam keadaan suka maupun duka, selalu mampu menyimpan rahasia temanya dengan rapi, mengingatkan ketika yang dilakukan temanya itu salah, mendukung jika temanya berbuat benar, mampu menenangkan temanya, dan bukan malah membuat temanya semakin terbebani, memberikan nasehat-nasehat positif, dan saling tolong menolong.
Karena saya telah menuliskan hal ini, sekarang saya harus bercermin dulu, dimanakah posisi saya? Apakah saya sudah menjadi teman yang baik??? Kalau belum, berarti saya harus segara berbenah karena ini penting juga dalam menjalin hubungan pertemanan, termasuk teman hidup :D
Tapi, tidak semua orang bisa menjadi pendengar yang baik. Beberapa orang malah berefek buruk dalam pertemanan karena tidak bisa menjadi pendengar yang baik.
Ada orang yang tidak menyukai apa yang dikerjakan temanya itu, meskipun apa yang dilakukan temanya adalah hal yang baik, hanya karena temanya tidak mengikuti pendapat umum, ia menentang keras apa yang dilakukan temanya. Ia kemudian menjadi boomerang yang siap menghantam temanya dan mengecilkan hati temanya.
Ada yang selalu mendukung apa yang dilakukan oleh temanya, sampai-sampai hal burukpun ia dukung demi membuat temanya merasa nyaman denganya.
Ada juga yang mau mendengarkan cerita bahagia temanya saja dan tidak mau mendengar keluh kesahnya dan menganggap temanya adalah anak yang manja dan suka mengeluh.
Ada juga yang mau mendengarkan semua cerita temanya ketika temanya menjadi pusat perhatian banyak orang, dengan harapan ia menjadi orang nomor satu yang mengetahui hal apa saja yang terjadi pada temanya dan kemudian menceritakanya kepada semua orang dengan bangga.
Dan teman yang paling baik, dan sehat itu adalah teman yang mau mendengarkan cerita temanya baik dalam keadaan suka maupun duka, selalu mampu menyimpan rahasia temanya dengan rapi, mengingatkan ketika yang dilakukan temanya itu salah, mendukung jika temanya berbuat benar, mampu menenangkan temanya, dan bukan malah membuat temanya semakin terbebani, memberikan nasehat-nasehat positif, dan saling tolong menolong.
Karena saya telah menuliskan hal ini, sekarang saya harus bercermin dulu, dimanakah posisi saya? Apakah saya sudah menjadi teman yang baik??? Kalau belum, berarti saya harus segara berbenah karena ini penting juga dalam menjalin hubungan pertemanan, termasuk teman hidup :D
Langganan:
Postingan (Atom)
.jpg)

