Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 31 Oktober 2013

I'm brave

Lagi- lagi ini adalah cerita kehidupan..

Judulnya : Aku Berani
Cukup berani kan untuk mengatakan bahwa diri sendiri ini berani. Berani sekali aku mengaku kalau aku berani. Iya kan? 
Aku benar-benar merasa menjadi seorang pemberani. Aku berani tinggal sendirian. Aku berani pergi ke Jakarta sendirian. Aku berani pergi ke Stasiun jam 4 pagi sendirian. Aku berani pulang dari Stasiun jam 8 sendirian. Lihat, aku pemberani kan? 
Aku tidak tahu mengapa aku berani, rasanya sama seperti waktu aku keluar tengah malam untuk menjemput bapakku di masjid untuk memberitahukan bahwa mamaku akan melahirkan adikku yang terakhir, mengalir begitu saja tanpa takut. Aku tahu ini adalah salah satu bonus dari Tuhan yang patut disyukuri : menjadi perempuan yang berani.
Namun, aku merasa keberanianku sekarang lebih merupakan suatu dorongan. Lalu apa pendorong itu? 
Entahlah, ini seperti sebuah tanggung jawab agar aku tidak terlalu ketergantungan dengan orang lain. Aku merasa harus melindungi seseorang yang harus merasa aman dan tenang di dalam tubuhku. 
Ya, engkaulah yang atas izinNya dikirim untuk menguatkan aku, menemani langkah kehidupanku, menjadi sahabatku, malaikatku. Kuatlah juga di dalam sana, aku menunggumu bersama orang-orang yang menyayangi kita. Kita akan saling menyayangi, We love you my baby. 



Dunia menunggumu
Menanti hembusan nafasmu menyatu di udara
Menanti senyummu melintang di wajah polosmu
Menanti tangismu menjadi gelombang bunyi yang berlagu

Dengarlah sayang,
Suara hatiku yang berbahagia
Suara ayahmu yang bersemangat
Suara tante-tantemu yang ceria
Suara musik yang menenangkan
Akankah kau menyukainya?

Bergeraklah dengan lincah jika kau bahagia
Bermainlah sesukamu di dalam sana

Jadilah kau seperti langit luas
Yang memayungi sebentang alam ini
Semoga Allah memberkahimu selalu
Aamiin

Rabu, 17 Juli 2013

Aku Harus Menulis

Aku harus menulis, tapi aku tidak tahu akan menulis apa. Pengalaman? Mungkin terlalu banyak hal mengejutkan dan hal-hal baru yang mesti aku tulis. Tapi terlalu banyak barangkali. Atau, aku harus menulis tentang isi hatiku? Sepertinya terlalu biasa isi hati seorang anak yang sedang sok-sokan menjadi ibu rumah tangga ini. Lalu apa? Cerpen, puisi, atau apalah? Yah, terlalu sempit waktu untuk perenungan hingga tak ada inspirasi yang mencuat. Terus gimana?

Hapus semua alibi-alibi di atas dan mulailah goyangkan tangan di atas tuts berwarna-warni ini. Apapun jadinya tulisan itu.

Sabtu, 15 Juni 2013

Liat Liat Liat

Cerita Siput dan Katak

Cerita Siput dan Katak
Sebuah cerita bisa memberikana refleksi dari kehidupan kita. Lucunya, kalo kita ingat saat kecil dulu, banyak dongeng yang selalu dibacain ibu kita yang kalo kita ingat, banyak esensi yg pas.Seperti yang ini:
Ada sebuah cerita tentang dua hewan bernama Siput dan Katak
Siput selalu memandang sinis terhadap katak. entah kenapa sang siput selalu terlihat sinis selalu melihat sang katak tsb.
Suatu hari, katak yang merasakan hal ini dengan nada penuh kesabaran akhirnya bertanya kepada siput:
“Tuan siput, apakah saya telah melakukan kesalahan, sehingga Anda begitu membenci saya?”
Siput menjawab:
“Kalian kaum katak mempunyai empat kaki & bisa melompat ke sana ke mari, tapi saya mesti membawa cangkang yg berat ini, merangkak di tanah, jadi saya merasa sangat sedih.”
Katak menjawab:
“Setiap kehidupan memiliki penderitaannya masing-masing, hanya saja kamu cuma melihat kegembiraan saya, tetapi kamu tidak melihat penderitaan kami (katak).”
Dan seketika, ada seekor elang besar yg terbang ke arah mereka, siput dg cepat memasukan badannya ke dalam cangkang, sedangkan katak dimangsa oleh elang…
Siput terharu…
Akhirnya baru sadar… ternyata cangkang yg di milikinya bukan merupakan suatu beban… tetapi adalah kelebihannya…
Moral dari cerita ini yang bisa dipetik adalah:
Nikmatilah kehidupanmu, tidak perlu dibandingkan dengan orang lain.
Keirian hati kita terhadap orang lain akan membawa lebih banyak penderitaan…
A real happiness starts from counting our blessings not our weaknesses
For there will come an inner strength to tell ourselves that ‘enough’ is too much of a word to show gratefulness.
In times of trouble, in the moment of not having things,
maybe we should take a chance to look back all the things
in the past before life has put us here right at this moment.
Remember the times when life showered you with happiness
Remember the times when life protected you from pain
Remember the times when life assured you there’s nothing you’d never be able to get through, if you believe.
It’s not the happiness that makes us feel grateful but feeling grateful brings an abundant of happiness.


source : stagustaf

Kamis, 06 Juni 2013

Sesuai Atau Mati

Masuk ke dalam suatu lingkungan berarti harus siap mengikuti komponen-komponen yang terdapat di dalamnya. Ada peribahasa yang bilang "dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung". Sebuah peribahasa yang sudah melekat dalam budaya kita, tentu bukanlah sembarang kata tanpa makna. Peribahasa tersebut bisa diartikan bahwa dimana kita berada, kita harus selalu menjunjung tinggi peraturan yang ada di tempat itu atau bisa dibilang "menyesuaikan diri". Hukum seleksi alam tentu masih berlaku sampai saat ini, mungkin malah hingga berakhir dunia ini. Siapa yang tidak bisa menyesuaikan diri dengan lingkunganya akan tereksekusi dengan sendirinya dan itu berarti ia tidak lolos oleh seleksi alam.Binatang saja memiliki fisik yang selalu menyesuaikan dengan kondisi lingkunganya. Beruang kutub memiliki bulu yang tebal untuk melindungi tubuhnya dari dinginya udara di sana, onta di padang pasir memiliki punuk untuk menyimpan cadangan air.

Menyesuaikan diri di sini mungkin juga sejalan dengan makna berubah. Berubah mengikuti perubahan yang ada. Dan bagaimanapun, kita harus siap dengan perubahan itu, Dinosaurus punah karena tak siap menghadapi perubahan alam. Jerapah berleher panjang karena diduga efek perubahan lingkungan dimana saat itu pohon-pohon sangat tinggi hingga jerapah meninggikan lehernya untuk mencapai makananya.

Kembali lagi kepada konteks kita. Kita juga selaku manusia harus bisa beradaptasi dengan lingkungan yang ada. Menjadi berbeda sama saja menjadi beruang kutub yang pergi ke padang pasir dan tetap berbulu tebal. Mau tidak mau kita harus menyesuaikan diri jika ingin diterima oleh masyarakat itu. Sesuai atau mati?

Mungkin, kalian melihat adanya pernyataan yang kontradiktif pada tulisan ini dan tulisan sebelumnya ya? Ya, ini hanya bentuk experimen saya dalam belajar menulis. Mungkin kalau kalian mampu menangkap maksud saya, kalian akan menarik kesimpulan yang tidak kontradiktif dengan tulisan sebelumnya.


Rabu, 05 Juni 2013

Berani Berbeda?


Sebagai makhluk sosial, kita – manusia – tentu merasa ingin adanya kita dianggap oleh orang lain. Ini menimbulkan seseorang berpikir tentang bagaimana ia memosisikan diri di antara panggung masyarakat itu. Seseorang kebanyakan akan mengikuti pandangan-pandangan masyarakat yang selama ini dianggap benar. Padahal, kata Alain de Botton, orang lain bisa saja keliru dalam kebenaran yang mereka rumuskan. Mereka kebanyakan membenarkan apa yang menjadi common sense, dan pada akhirnya mereka tidak mempercayai kebenaran yang sesungguhnya.

             Lalu apakah kebenaran yang sesungguhnya? Ada yang bilang, kebenaran adalah sesuatu yang tidak terdapat pertentangan lagi di dalamnya, bersifat koheren, dan konsisten dengan pernyataan yang  sebelumnya dianggap benar (sudah ada sejak socrates).  Maka bisakah disebut kebenaran jika sesuatu dibenarkan kebanyakan orang tetapi sesuatu itu mengandung keraguan yang sebenarnya patut dipertentangkan?

            Hal itu yang seharusnya membuat kita mereflesikan diri. Kebanyakan kita hanya mengikuti pendapat umum demi keselamatan, supaya kita aman dari kecaman masyarakat yang memberi kritik kasar ketika kita tidak mengikuti apa yang menjadi common sense tersebut. Beranikah kita memperjuangkan kebenaran yang sesungguhnya meski harus menjadi berbeda?

            Mari kita menilik fakta yang ada. Jika kita lebih teliti, banyak hal dalam realita yang sebenarnya tidak mutlak benar. Andai sesuatu itu benar menurut orang-orang, tapi sejujurnya hati itu menolak (bukankah ini pertentangan : intuisi, wahyu, dan akal adalah sumber kebenaran, bagaimana bisa dianggap benar jika intuisi saja menolak)Misal dalam adat, kebiasaan masyarakat, dan lain-lain.  Masih perlukah kita bersikukuh mempertahankan jika hal itu menyimpang dari kebenaran? Padahal, kebenaran bukanya hal yang perlu diperjuangkan ( sampai para Nabi rela berjuang mati-matian demi menyampaikan kebenaran, sampai Socrates memilih meminum racun untuk mempertahankan kebenarnya, sampai-sampai agama, filsafat, dan ilmu sama-sama mencari kebenaran dalam menjalankan fungsinya) lalu mengapakah masih harus mengagung-agungkan sesuatu yang diragukan kebenaranya dan malah merepotkan kita dalam kehidupan ini? 

Masih haruskah kita menjadi sama? Perbendaan adalah rahmat bagi alam, perbedaan adalah kenyataan yang tak bisa kita ingkari.

Mari cari tau kehidupan dari jutaan bintang-bintang, dari berjibun makhluk penghuni bumi, dari berserakanya syaraf-syaraf pembentuk diri.

Kamis, 02 Mei 2013

Hardiknas vs Harlah

Ulang tahun ya? Seharusnya pengucapan selamat ulang tahun itu kurang tepat si, karena kan jelas-jelas hari ulang tahun itu mengingatkan bahwa sisa umur semakin berkurang, tapi yang terjadi selama ini kita selalu mengucapkan selamat ulang tahun ya? Yasudah, sesuai fungsi dari ulang tahun, aku juga ingin mengingatkanmu bahwa sisa umur kita sudah semakin berkurang. 16 tahun hidupmu telah berlalu. Selama itu pula banyak yang telah kau lakukan. Dan tak terasa kau sudah menginjak masa remaja, dimana masa itu adalah masa yang penuh warna. Mungkin kau juga sudah merasakan jatuh cinta kepada lawan jenis. Itu wajar, tapi aku berharap  rasa itu kau bukanya membawamu kepada sesuatu yang tidak disukai Allah, tapi semoga kau menjaganya agar tetap sesuai fitrahnya. Aku yakin kau bisa melakukanya karena aku tahu kau juga punya benteng itu, benteng yang bernama "rasa malu". Maka, pergunakanlah masa-masa ini untukmu belajar lebih banyak, jangan seperti kakakmu ini yang sering menyia-nyiakan waktu.

Jangan lupa juga untuk senantiasa mendekati Allah, sholat subuh jangan siang-siang, sempatkan juga untuk qiyamul lail : jangan takut bangun jam 3 atau jam 4, karena kau akan ditemani suara eyangmu yang sedang mengaji, diam-diam aku di sini juga merindukan suara itu, lama sekali aku tidak mendengarnya.

Sebenarnya, kakakmu ini menyayangkan keputusanmu keluar dari pesantren, karena bagaimanapun dulu aku menyesal sekali karena baru masuk ketika usia sudah banyak. Malu belajar membaca "bismillah" (dengan harus dieja sampai betul lafalnya) bersama teman-teman sepantaranmu. Tapi lebih malu lagi seandainya sampai saat ini belum juga belajar, makanya pikir-pikir lagi.....

Oiya, maafkan aku karena selama kita hidup bersama, aku sering memusuhimu, sering bertengkar, dan sering menjahatimu "habis, mama pilih kasih sama kamu!". Tapi, sekarang kan sudah beda (walaupun masih gengsi).
Sekarang, kayaknya mama jahatnya sama kamu ya? Ssst, nikmatii saja : suatu saat kau akan merindukan omelanya. Jangan suka membangkang seperti kakamu dulu.

Yasudahlah, aku saja tidak banyak yang perlu dicontoh rasanya memberi nasehat itu seperti munafik. Tapi, tidaklah usah melihat siapa yang berkata, lihat saja perkataanya. Semoga dapat diambil manfaat. Kalau ada yang  baik dari kakakmu ini contohlah dan kembangkan, tapi jangan ambil yang jelek-jelek.




Sanah Khilwa, barakalah fi umrik.......

Rabu, 01 Mei 2013

Pengalaman Pahit

Rasanya itu nyesekk, padahal sudah ada di sini :





tapi itu ga bisa terungkapkan lewat ini :


apalagi kalau ternyata penjelasan dosen sama dengan apa yang lagi dipikirkan
itulah yang terjadi hari ini ketika belajar filsafat ilmu


hari ini prestasinya sudah berani mengangkat tangan, walaupun ternyata tidak terpilih untuk mengemukakan pendapat
besok, harus berani mengangkat tangan, berani mengungkapkan atau sekedar bertanya, lebih baik lagi bisa menyanggah atau menguatkan pendapat yang lain

maka, harus banyak baca baca baca dan bacaaaaaaaaaaaa!!!!
aku yakin suatu saat bibir ini lancar berbicara di depan umum dan berbicaranya tentang yang baik-baik saja ya....aamiin....

Senin, 22 April 2013

Lihat Dunia

Setelah buka mata, marilah kita melihat dunia. Pahamilah setiap detik waktu kita yang menyimpan makna. Rasakan sentuhanNya, nikmati, dan berbagi...

Hari ke 21 di bulan April, kami melakukan pengembaraan besar (wehhh,,,,seremm), engga ding, cuma main biasa hehe. Setelah memenuhi kewajiban dan rutinitas minggu yang padat, akhirnya kami dapat keluar sekitar jam sembilan pagi. Tujuan kami adalah melanjutkan misi ke Vihara. Namun, berhubung teman-teman Karomah belum mengkonfirmasi, terpaksa kami menunggu dulu. Kami menunggu di XT Square, sambil melihat-lihat fenomena minggu pagi di keramaian dan kebetulan kami belum pernah ke situ, jadi buat tambahan referensi aja lah,hehe.
 
Setelah kepanasan, dan konfirmasi sudah jelass...kami langsung bergegas ke Vihara. Kami naik motor lagi nih teman. Sudah sampai daerah Vihara, teman Karomah belum sampai, terpaksa kami menunggu di tempat bis-bis yang dekat Malioboro sampai lumayan lama. Kemudian kami masuk Vihara. Kami berempat : Aku, Karomah, Arif, dan Umar. Kami bertanya seputar agama Budha.Karena ini bukan tugasku, rasanya aku jadi tidak terlalu memperhatikan apa yang di jelaskan narasumber. Narasumber namanya Mas Upi. Aku hanya mendengar sedikit sekali, aku sempat bertanya juga beberapa yang membuat penasaran. Intinya, agama Budha itu, asalnya dari Nepal, India. Dulu, sang Budha menjalani hidup dengan pertapaan. Kemudian ia menemukan hikmah atau pencerahan tentang arti kehidupan. Kemudian hikmah2 tersebut ditulis oleh asistenya dan menjadi kitab suci Tripitaka. Oiya, inti ajaran Budha itu adalah : Penderitaan, sebab-sebab penderitaan, cara keluar dari penderitaan, dan lepasnya penderitaan. Kalo ajaranya sih isinya sama juga dengan agama-agama lain yaitu mengajarkan berbuat baik, beramal, dan lain-lain. Makanan orang-orang Budha lebih cenderung ke vegetarian. Oiya lagi, di Budha mereka mengenal adanya hukum karma. Kalau dia berbuat baik, pasti akan mendapat kebaikan tapi kalau berbuat jahat juga akan mendapat kejahatan. Atau dalam kehidupan kembali, orang yang hidupnya berbuat baik, nanti di kehidupan setelah mati akan terlahir sebagai manusia, dan yang berbuat jahat terlahir dalam bentuk hewan. 

Agama Budha merupakan agama yang mandiri, tidak lahir karena adanya wahyu tapi hasil dari perenungan. Kira-kira begitu yang aku ingat, (ga nulis coyy) 
Inilah kami di Vihara :

Sebenarnya itu Vihara campur klenteng. Klentengnya yang depan( yang itu) terus Viharanya di belakang, ga boleh di foto. 
Setelah selesai, kami pergi ke Masjid Kauman. Aku dan Karomah kelupaan memfoto. Aku merasa melihat agama kita jadi berbeda. Mungkin efek tadi di Vihara ketika kami melihat agama lain dari sudut pandang yang berbeda. Ketika aku melihat orang-orang sholat, pikranku jadi macam-macam = "ah sholat itu ritual keagamaan, sama seperti orang-orang di Klenteng dan Vihara tadi, apa bedanya agama kita dengan yang lainya?"

Budaya. Itulah kuncinya. Indonesia itu negara yang agamanya sinkretik : agama dan budaya dapat menyatu. Budaya itulah yang kulihat di Masjid Kauman sehingga membuat fikiranku seperti itu. Masjid Kauman itu sangat kental dengan tradisi Jawa. Dan agama-agama orang jawa itu sangat menyatu dengan budayanya, karena itulah tadi aku memandang agama kita hanya sebuah ritual. Hff, betapa berdosanya diri ini. Seandainya agama kita murni, tanpa ada campuran budaya yang mengharuskan ini itu seperti tradisi sekaten, tradisi apa lah macam-macam : sampai menentukan tanggal pernikahan harus dengan mengepaskan hari baik menurut orang dulu? 

Setelah jiwa ini kembali normal, aku baru melangkahkan kaki ke tempat wudhu bersama Karomah. Kami sholat, lalu menuju tempat selanjutnya. 

Kami pergi ke Malioboro. Jalan-jalan,dan.....
Karomah ingin foto bareng turis. Karomah juga ingin minum susu kedelai seperti dulu pas kami jalan bareng. Eh tiba-tiba Karomah nemu penjual susunya. Harganya cuma 1000 coy,,,murah bangett.
Akhirnya keturutan juga kepinginan karomah yang selama ini terpendam....hohohoh

Lihat, cantiknyaa karomah setelah menemukan susu kedelai.....
Eh siapa tu,,udah minumnya sambil berdiri, pake tangan kiri lagii....

kalm kalm,,,itu hanya  pura-pura sob (akting minum),,,biar kalian percaya dengan adanya susu kedelai itu.


Kami melihat buleee.....yeyey
Dengan berjalan berjingkat-jingkat seperti maling, kami mendekati bule itu. Karomah yang pertama menyapa. Kami minta foto bareng dengan susah payah (malu-maluin bgt kami ni,masa mahasiswa ga bisa bahasa inggris...)
Kami ngobrol-ngobrol loh sama Mr bulenya. Kami dapat informasi, dia itu berasal dari Austria, dia suka travelling, dia mau ke Surabaya, Lombok, dan Bali, pekerjaanya social work, umurnya 44 tahun, dan tidak punya istri (maaf kami sebelumnya ga tau kalo pertanyaan umur, dan pernikahan itu ternyata ga boleh ditanyakan ya? gara-gara saking bernafsunya cari informasi mengenai si Mr. bule). Iya, walopun kami terbata-bata, kami senang bisa ngobrol-ngobrol dengan Mr bule itu. Di tengah-tengah, aku mengalami hal memalukan. Waktu aku mau tanya berapa umurnya aku ngomong gini : "Kam years old?" nah, si Mr bule kebingungan tuh. Aduh, aku jadi ikut bingung nih...Aku dan Karomah saling bertatapan, "Gimana sih?"
Terus aku inget-inget lagi : what, who, where, how.....
Karomah bilang : "Eh kok kamu pake Kam sih?, bukanya itu bahasa arab?" 
Gubrak,,,,waaaa ternyataa...aduh malu nihh,,,
Kam itu bahasa arabnya berapa, kenapa aku jadi campur2 ga jelas begini yaa???
Hmm, selama ngobrol tadi juga aku hampir keceplosan terus, pas aku mau bilang "di", hampir yang keluar itu "fi"(bahasa arab, artinya : di), dan lain-lain. Hahaha sok-sokan nih yee.....

Dan yang paling menggregeti adalah, kenapa kami lupa tanya namanya .....waaaa gubrakk....




Mr bule baik baik banget lohh....hehe.
" Yogyakarta is very nice city."
"Nice to meet you...."
hehe, asikk....makasih ya Mr bule, sekarang kami jadi semakin pengin belajar bahasa inggris lagi semakin belajar ngomong sama bule lagi, dan semakin melihat dunia......

Sabtu, 20 April 2013

Buka mata


Haloo.. Alhamdulillah akhirnya dapet bahan lagi buat ngisi blog..
Ini kisah tentang pelancongan di hari ke sembilan belas bulan April. Hari ini adalah hari jum’at, dan hari ini tidak seperti biasanya. Kenapa? Karena hari ini kami berdua untuk sementara mengistirahatkan sepeda tercinta kami di peraduanya. Kami naik motor ke kampus...jeng jengggg....
Singkat cerita, kami sampai kampus, kuliah, lalu pulang kuliah makan bareng-bareng, habis itu mulailah pelancongan kami. Aku dan Karomah, menuju Gramedia dengan bahagia. Kami melihat-lihat banyak buku dan alat tulis lainya. Seperti biasa, kami tidak tahan kalau pergi ke toko buku dan ga beli buku,(hehe gaya yah, padahal bukunya Cuma di beli ga dibaca). Sebelum menemukan buku yang akan menjadi calon milik kami, kami membaca beberapa buku dulu. Aku memilih buku beraliran Kesehatan dan Lifestyle. Karomah memilih buku beraliran Sastra. Setelah sekitar satu setengah jam, kami mengahiri membaca dan mengundurkan diri dari Gramedia.
Kami melanjutkan perjalanan ke UIN lagi. Karomah ada tugas wawancara agama Budha bersama kelompoknya, aku mau ikut (hehe, jangan ngiri). Kami berangkat berempat. Aku, Karomah, Umar, dan Arif. Kami menuju ini:
 
Umar bertanya-tanya ke petugas Vihara, dan sayangnya kami belum bisa wawancara hari ini. Kami disuruh menunggu hari minggu. Kami lalu muter-muter lagi, nyari-nyari Vihara lagi. Nihil, kami tak menemukan Vihara dan terdamparlah kami di sini :
alun-alun utara pas ada konser global tv seru

Eh iya, pas kami di sini ada bapak penjual bakso kasian banget, atapnya ambruk diterpa angin...
Jujur ya, jujur banget, kami berempat pengin nolongin...tapi,hehe ga tau kenapa kaki kami ga juga bergerak ke arahnya(sama aja dong?hehe gpp, lumayan dapet niatnya)huuuuu
Kami memutuskan pulang, tapi dasar ini jiwa memberontak ga mau pulang (ihhh) , kami belum puas dengan apa yang kami dapat tadi, mumpung naik motor juga masa ga dapet apa-apa..hehe.
Kami memutuskan pergi ke Museum Perjuangan,hehehe : ih kurang kerjaan banget ya? Ye..ya engga lah...pasti nanti ada pelajaran yang kami dapat.

Kami sebenarnya bingung karena tempatnya itu sepi. Kami di bantu petugas, dan kami disuruh milih mau masuk museum perjuangan atau museum sandi negara?  Waah ada museum sandi negara, akhirnya kami ga rugi-rugi banget dateng ke sini. Museum perjuangan itu kan udah biasa yah, isinya pasti patung-patung pahlawan sama benda-benda yang mereka gunakan, maka dari itu kami memilih museum sandi negara kebetulan juga kami belum tau apa-apa tentang persandian negara.

Kami dipandu oleh mbak-mbak berambut panjang yang murah senyum dan selalu minta maaf (hehe, terlalu baik sih orangnya).
Masuk pertama disuguhi tulisan seperti ini : 
Terus kami liat-liat ini :
 Ini namanya The Sumerians. Setiap lambang2 di situ ada artinya loh..tapi ga paham aku.
 Ini Leon Alberti.
 Ini buku dan tas yang dipakai bapak Rubiono Kertopati dalam menjalankan tugas persandian negara. Siapa bapak Rubiono? Beliau adalah pendiri lembaga sandi negara kita. Banyak dokumen rahasia negara yang beliau sampaikan dengan sandi-sandi tertentu agar tidak diketahui musuh.
Kalo ini, diorama tempat menjalankan tugas persandian tersebut, tempatnya di Kulon Progo agak jauh dari ibu kota, supaya aman. Tapi, katanya tetep aja ada yang memata-matai. 
 Ini namanya Torso Tatto, dia adalah budak yang oleh majikanya disuruh menyampaikan pesan. Dia orang persia. Dia berkorban dengan mau dibotaki, lalu di kepalanya di tulis pesan yang berbunyi : Attack On July. Pesan itu disampaikan kepada menantu majikanya setelah rambut di kepalanya tumbuh.
 Ini salah satu mesin sandi modern yang digunakan di Indonesia.
 Ini, Cardan Grile. Isinya tulisan biasa, tapi kita bisa menyampaikan pesan dengan melubangi kertas dan mengepaskan pada kata-kata yang ingin kita susun.
 Ini petikan kata pak Rubiono. Maksudnya sangat jelas, seandainya satu orang saja khilaf dan menyampaikan rahasia negara maka negara bisa runtuh seketika itu juga. Oiya, kami juga dijelaskan tentang penyadap. Jadi ternyata banyak sekali sesuatu yang rahasia di dunia ini yah. Banyak juga yang menjadi penyadap dan pengin tahu rahasia orang. Kepo gitu kali yah..
 Itu pasti foto aku..hehe, eh Mr. Tatto senyum pas foto bareng aku yaa...
 Itu aku di depan Museum, ada sepeda anak-anak yang main-main di situ.

Setelah cukup puas di jelaskan ini itu, kami jadi melongo : “Wah, kuper banget kita ya, masa ga tau apa-apa tentang sandi-sandi berikut seluk beluk dan sejarahnya..kemana kita selama ini heeyy”

Ya itulah teman, memang seperti yang dikatakan para filsuf bahwa kita itu harus tahu apa yang kita tahu dan yang tidak kita tahu supaya kita bisa tahu diri lah setidaknya. Sekarang sadar kan, banyak sekali yang tidak kita tahuu.......maka kita harus semakin ingin tahu...lalu belajar menjadi tahu...tapi harus tetap sadar dengan luasnya pengetahuan Tuhan..sehingga kita tetap harus tahu apa yang tidak kita tahu....di atas langit masih ada langit tahuu..eh, makan tahu yuk :D 




Kalo masih pengin tahu, dan semoga bener-bener pengin tahu silahkan pelajari selengkapnya di sini : http://www.lemsaneg.go.id/index.php?option=com_content&view=category&layout=blog&id=67&Itemid=147

Kamis, 18 April 2013

Bisa!

Walaupun masih ecek-ecek, ini hasil perjuangan terjemah sendiri, jadi paling tidak ada rasa puas tersendiri. Iya, ini belum selesai. Gpp yahh

Panggilan Cinta 
Oleh Magdi Samak

Setiap sesuatu yang terlintas dan berkeliling di pikiran Samir tentang tunanganya, Salma membuat hatinya berdebar-debar dan berdetak sangat cepat, lalu detakan itu seolah memanggil-manggilnya sehingga pandanganya berubah lebih dalam, menatap. Listrik seperti mengalir dalam urat nadinya dan memenuhi seluruh sel-selnya. Ia kemudian menangis seperti itu, seperti seseorang yang tidak ada di dunia dan menyelam di alam yang dalam tanpa wujud. Ia merasa seolah-olah jasadnya bersinar. Oleh karena itu, ia kemudian menjulurkan tanganya, meraba-raba mencari botol parfum perempuan yang dimasukkanya ke dalam sakunya yang dalam di pakaian berwarna abu-abu yang dibelinya. Samir kembali ke rahmatullah dua hari yang lalu.
Tanganya mengeluarkan botol parfum dan ia memandangnya dengan tatapan yang penuh bahagia seolah-olah ia baru  melihatnya pertama kali. Kemudian pada kali yang kesepuluh, pandanganya melemas, ringan dalam melihat tanganya.

Ia memegang botol itu dengan sarung tanganya. Ia kemudian pergi ke asrama dan membakarnya. Pada akhir ia menemaninya, sarung tanganya dinaikkan ke atas sehingga seekor kelinci muncul dengan hidungnya yang mancung,lalu menjadikanya menghirup dan kemudian mabuk. Dengan segera, mendengar suara seperti gema datang,ia  bangkit, dan ia berjalan dari kedalaman ke kedalaman lain : Allah...Allah, ini hadiah keren, cocok untuk Salma tunanganku. Hadiah terbaik untuk kupersembahkan kepadanya pada hari yang tidak disangka-sangkanya.
Ia mengembalikan botol di tanganya itu di tempat asalnya. Ia berbalik menghadap ke kanan. Lalu melayangkan pandanganya ke ufuk langit yang murni bersih tanpa awan. Ia memalingkan wajahnya yang diterpa angin dengan ringan yang mengarah dari utara. Kemudian membumbuinya dengan senyum di bibirnya yang tipis.  Punggungnya bersinar, begitu juga giginya yang putih, berkilauan dan lebih terang dari telur yang telah dikupas.
Ia kembali beralih, namun ke arah kiri. Ketika ia di jalan menuju rumah Salma, kenyataanya ia dekat dengan dinding pemisah yang membagi barat dengan pedang yang panjang yang menusuk daging ...
Dirinya berhadapan,dan dia mengungkapkan perasaanya yang sangat bahagia. Ia berkata :” Setelah lima detik aku akan ada di rumah tunanganku, kekasihku Salma. Ruhku yang hidup bersama jasadnya, dan di dalamnya aku hidup. Dan aku akan menyambarnya dengan ciuman ketika aku menghirup parfum ini. Dengan apa yang aku lakukan, dia akan sangat menyukai botol parfum yang diproduksi Paris ini.
Apa ini, sepuluh meter ia berjalan, hingga ia mendengar hiruk pikuk yang lama dari sisi di hadapanya. Dunia menyala tiba-tiba. Perang meledak. Seperti dua gunung api yang meletus, bom-bom itu meluncur, gas air mata, peluru, dan karet-karet lain. Mobil-mobil tentara merapat ke pagar menara. Benteng-benteng penjagaan menjulang. Tentara-tentara itu dilengkapi senjata. Para pemuda Palestina yang hebat, berasal dari desa yang berdekatan. Sebagian demonstran adalah warga asing yang berasal dari Eropa, sebagian lainya merupakan orang Yahudi yang yang membenci tembok.
Ketika akal Samir terputus,dan ia pingsan, di tempat itu ia samar-samar seperti patung yang dipahat berasal dari batu gunung Jarmiq.
Apa yang terjadi di jalan ini? Ia kemudian menemukan jalan lain yang lebih dekat ke rumah Salma. Ya Allah ada apa dengan ini semua?
Baru sesaat ia melangkahkan kakinya maju dengan lambat ke depan, ia melihat benteng-benteng pengawal yang tinggi. Di dalamnya, para tentara dengan semangat meluncurkan peluru hysteria ke para demonstran dan selain demonstran. Tentara lain buru-buru memecahkan .... dan meminum jus. Samir mengangkat tanganya ke langit dan berdoa agar Allah melumpuhkan tentara yang satu itu. Ia juga berdoa agar Allah memberikan sesuap nasi kepadanya yang tidak mendapatkan minuman dan bensin.
Samir tidak tahu kalau ada yang mengikutinya sehingga ia mendapatinya berada di tengah-tengah....dan dia dikelilingi dari seluruh penjuru. Ia melihat sebagian korban di tanah, di sini dan di sana. Darahnya meluap dari mulutnya karena peluru yang mengenai badanya. Ia cepat-cepat mencari ambulan, namun tak kebagian. Ia berpindah, menahan botol parfum itu dan menaruhnya di sakunya yang luar karena luka. Ia mero bek-robek pakaianya dan melipatnya, kemudian menggulungkan ke lukanya. Walaupun kesulitan melakukanya, ia sampai dan beberapa saat ambulan yang lain datang dan beberapa pemuda yang terdekat denganya menolongnya. Karena banyaknya korban, dan terlambatnya ambulan, dan mengalihkan tentara kadang-kadang, dan mencegah datangnya di waktu lain, ia menggunakan ptongan bajunya di sekitar luka untuk menahan mengalirnya darah dan botol parfum tetap masuk di sakunya yang dalam.

Rabu, 17 April 2013

Syafakillah my friend...


 

Kau telah kembali di sisi kami
Di tengah-tengah hangat canda tawa
Kau harus sembuh dan semangat lagi

Jangan takut sendirian di kamarmu
Kami siap menghiburmu
Datang juga ke kamarku ya
Nanti aku kasih madu, biar kamu cepat sembuh

Ingat kan gambar di atas? 
Kita bisa seperti itu lagi kalau kamu sembuh



Berfilsafat = Belajar Bijaksana

Pernahkah kalian melihat jutaan bintang yang bertebaran di langit malam sana? Apakah yang kalian fikirkan saat itu?
Apakah kalian sedang mencari-cari sesuatu di sana? Ataukah mencari diri kalian sendiri di antara jutaan bintang tersebut. Kalau iya, itu tandanya kalian sedang berfilsafat. Begitulah berfilsafat menurut Jujun S. Suria Sumantri. Setelah melihat bintang-bintang itu, ternyata tidak ada diri kita di sana. Saat itu pula kita menyadari, sebagaimana Sokrates sadar bahwa ia tidak tahu apa-apa,- masih mengutip sebagian isi buku Jujun S. Suria Sumantri - .

Refleksi
Beberapa hari kemarin, aku memposting tulisan yang berjudul : Because I'm Free. Pada tulisan tersebut aku menuliskan tentang kelebihan-kelebihan fakultas sastra. Mungkin bisa jadi tulisanku itu atau tulisan lainya agak fanatik. Dan di sinilah kesalahanku. Seharusnya aku menyadari bahwa fakultas sastra hanya salah satu fakultas dari fakultas lain yang ada di seluruh penjuru negeri ini. Ilmu sastra juga hanya salah satu ilmu pendukung dari sekian banyak ilmu-ilmu lainya.

Seharusnyalah aku menyadari dimana letak diriku dalam ilmu sastra, dan dimana pula letak ilmu sastra di jagad raya ini. Oleh sebab itu, tidak berlebihan jika aku memohon maaf karena kepicikanku.

Pesan para filsuf :

"Ketahuilah apa yang kau ketahui dan ketahuilah apa yang tidak kau ketahui".

Hai, kenalan yuk



Teman-teman, perkenalkan namaku Saad..
Kemarin,aku baru saja pulang dari rumah sakit..Iya,aku baru sembuh..aku baru di training Allah supaya menjadi anak yang kuat.
Doakan aku teman, supaya sehat..supaya Ibu dan Ayahku tidak sedih lagi..
Aku tidak tega melihat mereka sedih,
Aku janji akan menjadi anak baik dan sholeh..
Kapan-kapan kalian mampir ke rumahku yaa...hehe

Selasa, 09 April 2013

Malam Senin


Pernah nangis?
Kita tau, hidup ini memang tak selamanya mulus, lurus, dan bagus. Kalau aku tanya pernah nangis? Jawab apa?
Kemarin beberapa hari yang lalu, aku baru mendapati salah seorang teman sekamar yang curhat lewat sms kalau ia menangis. Kemarin lagi, hari sabtu, sahabatku yang sudah beda kamar, ia juga menangis. Tadi malam, aku baru menangis juga. Ada apa ini sebenarnya? Mungkin, seandainya aku tanya semua anak seperjuanganku mereka pasti semuanya pernah menangis.
Bukan teman, kita bukan menangis karena patah hati. Kita itu wonder woman yang anti patah hati loh (beneran ga tuh?ckckck). Temen sekamarku itu menangis gara-gara ia cape. Setiap hari pergi menuntut ilmu dengan naik angkutan umum, padahal untuk menuju tempat menunggu angkutan umum itu harus berjalan kaki lumayan jauh, kira-kira 500m. Belum lagi proses menunggu, jalur 7 atau Trans Jogja yang memakan waktu. Hari itu, dia sudah berangkat pagi-pagi betul, tapi ternyata mata kuliah itu kosong. Pasti dia belum sarapan, dan banyak tugas yang menunggunya. Oiya, dia juga masih merasa cape dan jengkel karena kemarin, dia pulang jam 8 malam gara-gara nunggu Trans Jogja.  Aku tau posisi seperti itu, dan aku juga pernah merasakanya, tapi bedanya aku naik sepeda.
Dia langsung nangis di kamar mandi. Aku hanya mengirimi sms untuk membuatnya tenang, aku bilang : menangis saja, supaya lega, dan lain-lain, semoga kata-kataku tidak salah. Karena ketika posisi seperti itu, orang sangat sensitif sekali. Jangan pernah sekali-kali mengatakan : “sabar” ketika orang dalam kondisi seperti itu teman, karena walaupun kata itu benar, tapi ia juga tau kalau ia harus bersabar, hanya memang setiap orang suatu saat mengalami kondisi seperti itu. Yang dibutuhkan adalah ia bisa mengeluarkan semua unek-unek nya dan ia bisa lega kembali.

Yang ke dua, sahabatku yang dulu satu kamar denganku. Kemarin ia menangis waktu di fakultasku. Saat berangkat bersama, sepanjang jalan ia sudah mengeluh : cape. Ia bilang ia ingin menangis, aku suruh ia menangis tapi katanya malu karena di jalan. Bagaimana tidak, hari sabtu kuliah, jadwal pengganti tapi tidak jelas, pastilah ia merasa sebel. Puncaknya, ketika ternyata mata kuliahnya kosong, materi ujianya di pinjam temanya dan temanya memberikan ke teman lainya. Jadilah ia menangis, di depan satu teman sekelasnya ketika aku sedang mengetik tugas. Aku hanya diam dan katakan : menangis saja, tidak apa-apa. Lalu dia minta sepedaan, aku turuti dan aku ajak dia berkeliling melewati jalan-jalan yang belum dia lewati. Ia akhirnya sangat senang dan tidak sedih lagi. Kadang kita juga membutuhkan refreshing untuk menghilangkan penat dan jenuh loh.

Menangis bagi kami? Ya, biasanya karena masalah-masalah cape. Cape mikir tugas, cape fisik, dan suasana hati yang kurang enak, biasanya puncaknya ketika ada masalah-masalah lain yang turut mendukung kecapean tersebut. Hal yang biasanya biasa tiba-tiba menjadi masalah dan dikambing hitamkan sebagai timbulnya masalah, misalnya : kendaraan yang tidak otomatis (sepeda), laptop yang dilarang dioperasikan di pondok, jarak kampus-pondok jauh,  aturan-aturan tidak boleh pulang malam, tidak boleh ini, itu, bahkan mengantri bisa ikut jadi masalah juga. Kadang, kami sering menghayal dan berpikir : seandainya kita seperti mahasiswa-mahasiswa lain, naik motor, ngekos, bisa hapean kapan aja, bisa pulang ke rumah kapan saja,  waktu istirahat, mengerjakan tugas dan belajar juga lebih banyak.

Tapi, khayalan itu nantinya akan tenggelam lagi ketika kami berpikir : mengapa mencari ilmu harus dengan kemewahan-kemewahan dunia, mana tantanganya? Banggakah ketika berhasil tapi ternyata fasilitas hidup memang sudah komplit? Lebih bangga mana ketika kita berhasil dengan usaha kita, mengayuh sepeda dengan perut kosong(kadang-kadang) demi ilmu, rela duduk berjam-jam di kampus dengan tidak nyaman demi membuka laptop dan mengerjakan tugas? Rela berlama-lama di kampus dan menunggu hujan reda, padahal di pondok kita baru saja mencuci dengan sekuat tenaga malam hari dan jemuran tidak terselamatkan di sana. Rela berbagi privasi karena dalam satu kamar terdiri dari banyak anak. Rela menahan rindu yang dalam dengan kampung halaman karena jarang boleh pulang. Mengantuk setiap mata kuliah karena kelelahan dan kurang nutrisi, sampai-sampai ditegur dosen. Aku rasa, bukan hanya aku yang mengalaminya, salah seorang pembaca blog ini pasti sedang tersenyum karena sepakat dengan tulisan ini.

Iya, itu nikmat. Sepedaitu nikmat sekali, rindu kampung halaman juga nikmat,  hujan juga sangat nikmat, baju kehujanan itu tandanya baju kita dibilas ulang oleh Allah supaya bersih dari najis, menunggu pun ada kenikmatan tersendiri, dan mengantuk adalah bagian dari kenikmatan yang luar biasa. Dan yang paling nikmat adalah kita banyak teman, tak pernah kesepian, teman yang selalu perhatian dan sayang. Kita tahu, banyak yang tidak bisa menikmati indahnya mencari ilmu yang mereka terganjal masalah biaya, dan lain-lain. Banyak juga yang usahanya lebih lebih lebih berat dibanding kita kawan, kita belum ada apa-apanya. Bersyukurlah J
Tadi malam, aku menangis gara-gara aku kesal. Hari minggu kemarin, aku dedikasikan seluruh  waktuku untuk belajar fiqh lughoh sampai aku biarkan cucian bertumpuk-tumpuk di ember. Namun, aku tidak bisa belajar. Tulisan arab itu tidak bisa kucerna, sebuah kamus al munawwir kusanding juga. Yang terjadi, aku hanya mendengarkan obrolan teman-teman. Sejak dulu aku memang tidak bisa belajar dalam keramaian, aku dzolim ketika memaksakan diri ini belajar. Aku abaikan siang itu, malam senin ketika aku punya kesempatan lagi (mengaji libur), aku kembali tidak bisa belajar karena ramai lagi. Hah. Puncaknya, kamusku dipinjam orang tanpa izin kepadaku padahal aku sedang sangat butuh. Maka air mata tak bisa kubendung lagi, dan kebiasaan paling memalukanku adalah bisa menangis di mana saja (huh). Temen-temen meledekku, dan menyembuhkanku. Fatim yang akhirnya mengambilkan kamusku dan menyemangatiku lagi. Aku bangkit lagi, tapi aku tidak bisa belajar lagi karena berisik terus. Aku memilih tidur. Bangun setengah empat, dan baru bisa belajar ;)
Pagi-pagi aku diledek, katanya :”wah umamah sekarag ceria terus yah”. Aku bilang “ emang aku pernah menangis?” hehe. Lalu mereka pada protes keras. Piis.

Dan aku juga ingin katakan, menangis itu tidak selamanya cengeng atau  mengeluh atau putus asa atau sakit hati. Menangis itu adalah kegiatan untuk melegakan diri. Dan satu kesimpulan yang paling terlihat adalah, ketika masalah-masalah saling bersatu membentuk suatu titik kejenuhan, disitulah menangis menjadi cara ampuh pertama untuk menenangkan diri dan kemudian baru kembali bangkit. Dan kalau ada seseorang bilang : buat apa menangis, menangis hanya sia-sia maka itu salah besar. Selain melegakkan, menangis juga dapat melumasi kornea mata kita dan menyehatkan mata loh.

Kamis, 28 Maret 2013

Melukis Sejarah





Pernah dengar ungkapan : "Tetap hidup walau sudah mati"? Itu adalah ungkapan yang ditujukan kepada orang yang berpengaruh terhadap dunia, atau setidaknya berpengaruh terhadap lingkungannya, atau bagi mereka yang punya karya, atau ditujukan kepada para penulis. Kenapa penulis? Karena penulis melukiskan sejarah lewat kata-kata. Penulis sangat berjasa di masa depan untuk mengetahui informasi yang ada di masa lalu. Salah satu ilmu yang mempelajaritentang sejarah berkaitan dengan tulisan dinamakan "Filologi", yaitu suatu ilmu yang mempelajari naskah-naskah kuno. Dari belajar itu, kita juga mendapatkan banyak hal berkaitan dengan sejarah, bahasa, atau pengetahuan yang ada di masa lampau. Naskah-naskah dalam bentuk tulisan tersebut sangat bermanfaat terutama dalam hal sejarah, bahkan saat ini naskah tersebut sangat dirawat dan dijaga keberadaanya. Setelah sedikit belajar filologi, kita akan menyadari betapa pentingnya menulis. Salah satu penulis yang " Tetap hidup, walau sudah mati yaitu Pramoedya Ananta Toer. Buku-bukunya banyak, sebagian besar menggambarkan tentang keadaan pada masanya. Untuk melihat biografinya lebih lanjut silahkan buka :

http://profil.merdeka.com/indonesia/p/pramoedya-ananta-toer/, atau tentang karya-karyanya : http://id.wikipedia.org/wiki/Pramoedya_Ananta_Toer#Buku_tentang_Pramoedya_dan_karyanya


Kata Pramoedya Ananta Toer :

“Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.” ― Pramoedya Ananta Toer

“Kalian boleh maju dalam pelajaran, mungkin mencapai deretan gelar kesarjanaan apa saja, tapi tanpa mencintai sastra, kalian tinggal hanya hewan yang pandai.” ― Pramoedya Ananta Toer

“Tahu kau mengapa aku sayangi kau lebih dari siapa pun? Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari. (Mama, 84)” ― Pramoedya Ananta Toer, Child of All Nations

“Menulis adalah sebuah keberanian...” ― Pramoedya Ananta Toer

“Menulislah sedari SD, apa pun yang ditulis sedari SD pasti jadi.” ― Pramoedya Ananta Toer

“Menulislah, apa pun, jangan pernah takut tulisanmu tidak dibaca orang, yang penting tulis, tulis, dan tulis, suatu saat pasti berguna.” (Rumah Kaca)― Pramoedya Ananta Toer

“Setiap tulisan merupakan dunia tersendiri, yang terapung-apung antara dunia kenyataan dan dunia impian” (Rumah Kaca)― Pramoedya Ananta Toer

“Ilmu pengetahuan, Tuan-tuan, betapa pun tingginya, dia tidak berpribadi. Sehebat-hebatnya mesin, dibikin oleh sehebat-hebat manusia dia pun tidak berpribadi. Tetapi sesederhana-sederhana cerita yang ditulis, dia mewakili pribadi individu atau malahan bisa juga bangsanya” (Jejak Langkah)― Pramoedya Ananta Toer

atau, kata dosen filologi :" Menulislah, kalau sejarah tidak mau menulis tentang anda, maka tulislah apa yang ada di sekitar anda".


Marilah kita melukis sejarah lewat tulisan, biar hanya sebuah ungkapan perasaan. Jangan ragu untuk menulis kawan, menulis juga bukan bakat, menulis hanya sebuah kebiasaan dan latihan.


























Rabu, 20 Maret 2013

Keterbatasan

Semua manusia diciptakan pasti mempunyai keterbatasan. Setiap manusia juga pasti punya mimpi-mimpi. Terkadang, keterbatasan itu menghambat apa yang menjadi mimpi kita. Keterbatasan setiap manusia itu berbeda-beda. Ada yang berupa keterbatasan fisik, psikis, finansial, maupun keterbatasan akal yang kita miliki. Tapi, tahukah bahwa keterbatasan itulah yang akan mengantarkan kita pada mimpi-mimpi kita. Pasti kalian sudah banyak menonton film-film motivasi dari berbagai penjuru dunia. Mungkin referensi yang saya miliki tentang film motivasi masih sangat sedikit, tapi dari itu saya mendapatkan kesimpulan bahwa keterbatasan janganlah sampai menjadi penghalang untuk mengejar mimpi kita. Jadilah pemenang dengan melawan apa yang menjadi keterbatasan kita. Saya paham, bahwa di luar sana lebih banyak orang yang memiliki keterbatasan yang jauh lebih besar dibanding saya. Namun, mimpi mereka mengalahkan segalanya, hmm pastilah mereka itu orang keren-keren. Banyak orang di pelosok negeri yang akhirnya menjelajahi berbagai negeri seperti kisah Alif pada Negeri 5 Menara, Lintang pada kisah Laskar pelangi, dan lain-lain. Tentulah untuk menjadi orang besar kita harus berani punya mimpi besar.

Refleksi : to my self

Dan kenapa ketika mimpi besar ini tumbuh subur, kamu malah mengeluh hanya karena keterbatasanmu?
Kenapa baru seperti ini kamu merasa letih dan loyo? Hanya karena kamu punya dua status dan dua kewajiban yang harus kamu laksanakan, kamu merasa berat? Hanya karena tempat tinggalmu jauh, kamu merasa letih untuk mengayuh sepeda? Hanya karena kamu punya penyakit mengantuk kamu akan menyerah?

Pengecut! Apa-apaan kamu umamah. Lihatlah betapa banyak orang yang nasibnya tidak sebaik kamu. Lihatlah mereka, mimpi-mimpi mereka bisa mengalahkan segalanya. Cukup!!! Berhentilah mengeluh! Bukankah keterbatasan adalah tantangan, karena semua hal yang didapatkan dengan mudah tentu tidak akan  memuaskan. Tapi lihatlah, kamu akan memenangkan pertandingan melawan keterbatasan. Katakan bahwa KAMU BISAAAA!!!!!!!

Sabtu, 16 Maret 2013

Biografi Penyair

Pelajaran kuliah isinya tentang biografi-biografi penyair-penyair zaman jahiliyah, zaman islam, dan seterusnya. Hff, lama-lama bete masa mereka disebut-sebut terus padahal mereka udah ga ada sekarang kan giliran aku yang gantiin mereka :D
Ini contoh tugas yang lagi kukerjain :

Hasan Bin Tsabit
Ayahnya bernama Tsabit Bin Mandzur bin Harom al Khazraji yang termasuk berpengaruh dan dihormati kaumnya. Ibunya bernama Fari’ah dari Khazraji seperti ayahnya. Mereka mengenal Islam kemudian masuk islam. Ia hidup di zaman jahiliyyah selama 60 tahun dan 60 tahun pada masa islam. Hasan masuk islam ketika Rasulullah hijrah ke Madinah. Ketika Rasulullah dihina oleh orang-orang kafir, Tsabit menghibur beliau dengan syair-syairnya.
Karakteristik puisinya:
v  Sebelum masuk islam:
§  Kasar, kering, keras bahasanya.
v  Setelah masuk islam :
§  Haja’
§  Pujian
§  Madh / ghazal
§  Tentang kebangga-banggaan / hamasah


Hmm itu hasil dari ngrangkum referensi berbahasa arab lohh,,,tapi sama nyari di google juga siih...habis pusing liat huruf arab teruuusss,,,,,(ih gayyyaaaa)

Nah sekarang aku juga ga mau kalah sama Hasan bin Tsabit dkk.

Biografi penyair Islam modern.
Bbusmile

Nama aslinya Bakhroh Baesatul Umamah, lahir di daerah Kebumen, provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ayahnya bernama Parsono dan Ibunya bernama Siti Haryati. Ayahnya adalah seorang penjual tanah air (pengusaha genteng sokka, yang terkenal itu looohh).  Meski bukan lahir dari keluarga penyair, Bbusmile dapat membuat karya-karya yang monumental dan disenangi orang-orang. Sejak kecil, ia senang mendalami perasaanya sehingga ia sering menuangkanya dalam tulisan-tulisan. Kemudian itulah yang menjadikanya piawai dalam bersyair. 
Karakteristik puisi-puisinya :

- bertema cinta
- semangat
- kebahagiaan
- kesepian
- ungkapan syukur
- doa


Karya-karyanya yang banyak dan indah-indah, sekarang telah diabadikan dan disimpan rapi. Jika anda ingin mendapatkanya silahkan beli di toko-toko terdekat :D

Sukses-launching

Apapun yang terjadi hari ini, kamu sukses!
Lihatlah kamu sudah berusaha dengan keras.
Lihatlah kamu bahkan tak memperdulikan keletihanmu.


Dan....kamu sukses hari ini!!!

Jumat, 15 Maret 2013

Istirahatlah

Ketika kau membaca ini, mungkin sekarang kau sedang dalam keletihan. Punggung-punggungmu pegal-pegal , matamu sayu, dan wajahmu kusut. Kau tengah memikirkan apakah yang akan terjadi esok hari, atau kau tengah memikirkan apa yang baru saja terjadi, atau kau tengah memikirkan berjubel tanggung jawabmu yang semakin besar,atau mungkin juga kau tengah memikirkanku :p. Tapi, apapun yang ada dipikiranmu sekarang, tersenyumlah. Siapkanlah hari esok dengan tenang, berdoalah dan minta padaNya untuk kelancaranya. Tidurlah dengan nyenyak malam ini, siapkan alarm untuk sholat subuhmu dan jangan sampai terlewat. Jangan kawatir, aku disini dalam keadaan tenang, nyaman, dan damai. Maafkan aku,aku hanya bisa membantumu dengan doaku.

tag : my dear

Harry Styles Vs Katy Perry

Kamu suka sama dia???
Cantik sih......

Kalo aku suka sama ini :
gimana??? Ganteng kannn???
Senyumnya itu loh,,
Ganteng, murah senyum, dan selalu semangat :p



Liat aja nih :
Hehee.......


tag : my dear